Profil Komisioner

Profil Komisioner

 

 

H.M ZAKI ABDULLAH
KETUA

Dilahirkan di Rantau Prapat, 11 November 1948.Latar belakang pendidikan dimulai sejak Sekolah Rakyat (SR) hingga SMA Negeri.Semunya ditamatkan di Rantau Prapat. Setelah menamatkan SMA tahun 1967, suami Zulfana ini melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, yakni Fak. Ekonomi Universitas Sumatera Utara (USU) dan Fak.Hukum Universitas Amir Hamzah di Medan (1982-1987).

Sejak tahun 1968, ayah empat orang anak yang dipercaya sebagai Ketua Komisi Informasi Provinsi (KIP) Sumatera Utara ini telah berkecimpung di dunia informasi. Pernah menjadi wartawan di berbagai media massa terbitan Medan, diantaranya Surat Kabar Mingguan (SKM) SKETSA (1968-1969), SKM WARTA Taruna (1969-1970), SKH WASPADA (1970), Redaktur di SKH Sinar Indonesia Baru (1970-1990), Pemred SKM Taruna Baru (1993-1997), Pemred SKH Sumatera (2001-2004, Pimpinan Umum/Pemred SKH WARTAKITA (2004-2009).

Selain sebagai wartawan, Zaki Abdullah, juga aktif di organisasi kewartawanan.Pernah menjabat Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Sumatera Utara dua priode (1985-1993), Ketua PWI Sumut dua priode (1993-2001), Ketua Serikat Penerbit Surat Kabar (SPS) Cab. Sumut dua priode (2003-2011) dan Direktur Eksekutif Serikat Perusahaan Pers (SPS) sejak 2011-2013.

Disamping aktif di dunia jurnalis dan organisasi kewartawanan, Zaki juga aktif di dunia politik. Sebelum dipercaya sebagai komisioner Komisi Informasi, dia juga pernah menduduki kursi legislatif DPRD Provinsi Sumatera Utara dua priode (1997-1999 dan 2004-2009). Baginya bekerja di bidang informasi sudah menjadi bagian hidup.Lebih 40 tahun waktunya dihabiskan di dunia wartawan. Karenanya ketika dibuka pendaftaran seleksi Komisi Informasi Provinsi (KIP) Sumut dan atas dorongan rekan-rekan jurnalis dirinya ikut mendaftar dan seleksi KIP Sumatera Utara. Padahal begitu habis masa tugasnya di dewan, dirinya sudah berniat untuk pensiun. “Mungkin ini merupakan dunia saya, makanya ketika kawan-kawan mendorong untuk maju jadi anggota KIP, Saya sulit menolaknya,” ujar Zaki.

==============================================================================================================

MAYJEN SIMANUNGKALIT
WAKIL KETUA

Pria kelahiran Dusun Hopong Desa Dolok Sanggul, Kecamatan Pahae Jae, Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara 18 Februari 1968. Dia menjalani pendidikan Ibtidaiyah, Tsanawiyah hingga PGAN, seluruhnya di Peanornor Taput. Pendidikan jenjang Sarjana diikutinya di Fakultas Dakwah IAIN Medan dan Tamat tahun 1992, sedangkan gelar mediator dia peroleh dari Sekolah Pasca Sarjana Universitas Gajah Mada (UGM) Jogjakarta 2013 .

Dia menikah dengan putri Karo tahun 1997 dan telah memiliki empat putra-putri. Sejak mahasiswa dia sudah aktif di dunia pergerakan dan aktif sebagai kolumnis di berbagai media cetak. Dia mantan aktivis kampus dan bergabung di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) hingga pernah menjadi salah satu ketua di Korcab PMII Sumut dan Wakil Ketua Gerakan Pemudu Ansor Sumut masing-masing dua periode.

Mengawali karir sebagai wartawan di Kantor Berita Nasional Indonesia (KNI), juga pernah menjadi reporter Majalah GARDA untuk liputan Sumut dan Aceh, Pemred News Online www.medansatu.com dan Redaktur di Harian Medan Pos. Dia ikut menandatangani Deklarasi Medan untuk Keterbukaan Informasi pada Temu Editor di Medan 13-14 Mei 2005, sebagai dukungan untuk lahirnya UU Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

Dalam dunia jurnalis, dia tercatat Dewan Pers sebagai orang berkompeten sebagai Wartawan dengan kategori Wartawan Utama, nomor kartu : 1470-PWI/WU/DP/XII/2011/18/02/68. Dia menjadi salah satu wartawan muda di Sumut yang lulus dalam Uji Kompetensi Wartawan, digelar Dewan Pers dan PWI di Medan, Selasa s/d Rabu (27-28/12/2011). Sebelum menjadi Komisioner di Komisi Informasi Sumut, dia adalah Direktur Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) PWI Sumut, Redaktur Harian Medan Pos dan Koordinator Wartawan Politik di DPRD Sumut.

Guna meningkatkan kemampuan dan kualitas komisioner, dia mengikuti pelatihan Case Management dan Panitera Tingkat Regional pada 24-25 Oktober 2012 di Medan. Juga mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) tentang Mediasi dan Ajudikasi Sengketa Informasi yang dilaksanakan Komisi Informasi Pusat Republik Indonesia pada 1-2 September 2012 di Banda Aceh.Bahkan di tengah kesibukannya sebagai komisioner, dia mendalami dan menuntaskan pendidikan Mediator di Pusat Mediasi Nasional (PMN) di Jakarta. Di Komisi Informasi Sumut periode 2012-2016, saat ini dia dipercaya menjadi Wakil Ketua.

==============================================================================================================

MUHAMMAD SYAHYAN
KETUA DIVISI BID. ADVOKASI, SOSIALISASI, EDUKASI

Lahir di Langkat, 31 Desember 1974.Sejak menamatkan kuliah di Fakultas Dakwah IAIN Sumatera Utara Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Tahun 1998, berkarir di dunia jurnalistik. Jabatan terakhirnya sebagai Kepala Redaksi di Harian Seputar Indonesia (MNC Group) untuk wilayah Sumatera Utara. Sebelumnya, dia juga pernah menjadi wartawan dan redaktur di berbagai media di Medan.

Karir di dunia jurnalistik diawali sebagai wartawan di Jawa Pos Group, yakni Harian Medan Express Tahun 1999-2000, Harian Radar Medan Tahun 2000-2001, Harian Sumut Pos Tahun 2001-2003 dan Redaktur di Harian Pos Metro Siantar Tahun 2003-2006.

Komisioner termuda di Komisi Informasi Provinsi Sumatera Utara yang saat ini sedang menyelesaikan S-2 nya di Magister Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (MIKOM UMSU) ini sejak kuliah juga aktif di berbagai organisasi kemahasiswaan, seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Penerbitan Kampus hingga pernah menjadi Pimpinan Redaksi (Pimred) Majalah Dinamika IAIN Sumut, Sekretaris Mahasiswa Jurusan (HMJ) Komunikasi Penyiaran Islam, dan Ketua Kelompok Penghijau Tanah Gersang (KPTG). Ketika menjadi wartawan Dia juga aktif di organisasi kewartawanan, seperti Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Medan dan Sekretaris Persatuan Wartawan Pertahanan Kodam I/BB.

Putra Langkat beristrikan Sri Mulyati S.Ag yang dikaruniai tiga orang anak (dua laki-laki dan satu perempuan) ini juga baru mendapat gelar mediator dari Pusat Mediasi Indonesia sekolah Pasca Sarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Sebelumnya dia juga menyelesaikan Program Japan East Asia Network of Exchange for Students and Youths (JENESYS) di Tokyo, Jepang.

Di Komisi Informasi Provinsi Sumatera Utara, Dia dipercaya sebagai Ketua Divisi Advokasi, Sosialisasi dan Edukasi (SAE). Pilihannya untuk menjadi Komisioner di KI Sumut selain dorongan rekan-rekan jurnalis, juga ingin ambil bagian dalam mewujudkan keterbukaan informasi di lembaga dan badan-badan publik, sehingga korupsi yang merupakan kejahatan luar biasa dan musuh bersama dapat ditekan.

==============================================================================================================

ROBINSON SIMBOLON
KETUA DIVISI BID. PENY. SENGKETA INFORMASI

Alumni Fakultas Sastra Jurusan Sejarah Universitas Sumatera Utara (USU) terpilih menjadi Komisioner Komisi Informasi Provinsi Sumatera Utara periode 2012-2016 saat bekerja sebagai wartawan harian Berita Sore Medan.
Dia juga pernah menjadi anggota Panitia Pemilihan Daerah Provinsi Sumatera Utara (PPD TK I Sumut) pada Pemilu tahun 1999.

Pria yang hobby olahraga Futsal ini beberapa kali menjadi anggota Panwaslukada, yakni anggota Panwaslukada tingkat Kota Medan pada pemilihan Walikota Medan tahun 2005. Berikutnya, anggota Panwaslu tingkat Kota Medan pada pelaksanaan Pemilu Legislatif dan Pilpres tahun 2008-2009.

Kemudian dia juga pernah menjadi anggota Panwaslukada tingkat Kota Medan pada pelaksanaan pemilihan Walikota Medan tahun 2010.

Karir di dunia jurnalistik sendiri diawali sebagai wartawan sejak tahun 1992-2011 di harian SIB, Harian Garuda dan Berita Sore. Di Komisi Informasi Sumut, Dia dipercaya menjadi ketua Divisi Penyelesaian Sengketa Informasi (PSI).

 

 

 ==============================================================================================================

RAMDESWATI  POHAN
KETUA DIVISI BID. KELEMBAGAAN

Lahir di Indrapura, 12 desember 1969. memulai Pendidikan dari sekolah dasar negeri tahun 1976 hingga tamat sma negeri tahun 1988 di Indrapura- Kabupaten Batu Bara.
Meneruskan keinganan almarhum ayahanda H.Abdul Manan Pohan yang pensiunan Jupen pada departemen penerangan kabupaten asahan, desi panggilan akrab ramdeswati pohan di kalangan jurnalis kota medan ini- menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Pembangunan Medan, dengan mengambil jurusan jurnalistik dan tamat pada tahun 1994.

Sempat bekerja sebagai Pegawai Kontrak di Departemen Tenaga Kerja Provinsi Sumatera Utara tahun 2000-2002 sebagai tenaga penyuluh Koperasi di Perkebunan PT.Moeis kecamatan sei suka deras kabupaten batubara, namun kemudian memilih berkarir di dunia jurnalis pada tahun 2004  dengan bekerja sebagai kontributor Berita Televisi daerah sumatera Utara di PT.Lativi Media Karya-TVONE dengan debut liputan awal Tragedi Tsunami di Aceh desember 2004.

Dahaga akan ilmu pengetahuan serta mengimbangi perkembangan zaman, disikapi desi dengan melanjutkan studi pasca sarjana di fisip USU dengan mengambil program studi  Magister Studi Pembangunan pada tahun 2008. Meski harus pontang-panting antara profesi sebagai jurnalis televisi yang harus mengabarkan informasi secepat dan seakurat mungkin, namun akhirnya desi mampu menyelesaikan jenjang pendidikan S-2 tepat waktu dan diwisuda pada tahun 2010 dengan predikat sangat memuaskan.

Untuk menambah wawasan keilmuan dan di dunia edukasi serta bersumbangsih sedikit ilmu yang dimiliki kepada generasi mendatang – di tengah kepadatan kegiatan sebagai wakil ketua umum Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia-Sumatera Utara dan divisi Advokasi dan Hukum di Forum Jurnalis Perempuan Indonesia,  awal tahun awal tahun 2011 tawaran mengajar dari Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Pembangunan untuk mata kuliah Ilmu Jurnalistik dan Film pun tak ditampik.

Memenuhi keinginan kawan-kawan jurnalis untuk ambil bagian pada Komisi Informasi, akhirnya desi mengikuti seleksi pemilihan Komisioner pada Komisi Informasi Provinsi Sumatera Utara dan akhirnya dilantik sebagai Komisioner Pengganti Antar Waktu, oleh Gubernur Sumatera Utara pada 3 Pebruari 2014 silam. Baginya tugas sebagai jurnalis tak jauh beda dengan tugas sebagai  komisiner Informasi, naik setingkat dari mengabarkan Informasi menjadi memerintahkan badan publik untuk membuka Informasi yang wajib diketahui Publik.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*