Profil Komisioner

Profil Komisioner

Profil Komisioner Komisi Informasi  Provinsi Sumatera Utara Periode  2022-2026

Ketua  : Dr. Abdul Haris
Wakil Ketua : Drs. Eddy Syahputra AS, MSi
Ketua Divisi Advokasi, Sosialisasi dan Edukasi : Dedy Ardiansyah, S.Sos
Ketua Divisi Kelembagaan : Dr. Cut Alma Nuraflah, M.A.
Ketua Divisi Penyelesaian Sengketa Informasi : Muhammad Safii Sitorus SH

Berikut merupakan profil lengkap dari para komisioner:

Dr. Abdul Haris, SH, M.kn

Ketua Komisi Informasi Sumatera Utara Abdul Haris

Drs. Eddy Syahputra AS, MSi.

Wakil Ketua : Drs. Eddy Syahputra AS, MSi

“Alhamdulillah.”, itulah satu kata yang terucap sebaik mendengar hasil musyawarah mufakat dalam sidang lengkap Komisi A DPRD Sumut yang memastikan dirinya bersama empat calon lainnya untuk ditetapkan sebagai Komisioner Komisi Informasi Provinsi Sumatera Utara periode 2022-2026, kemudian dilantik dan dikukuhkan oleh Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi pada 31 Maret 2022.

Amanah ini merupakan periode kedua di lembaga keterbukaan ini setelah sebelumnya di periode 2017-2021. Inilah yang patut disyukuri, karena Allah SWT masih memberikan kesempatan untuk melaksanakan amanah lanjutan guna mengawal pelaksanaan Undang-Undang No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Bagi komisioner yang akrab disapa dengan Eddy Sormin ini, amanah di Komisi Informasi Publik (KIP) merupakan tantangan dalam menjalankan Undang-Undang No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Bertugas atau bekerja di Lembaga Negara mandiri seperti ini yang mengedepankan kolektif kolegial dalam setiap mengambil keputusan bukanlah hal baru bagi dirinya, karena sebelum masuk di Komisi Informasi, dirinya juga dipercaya selama dua periode sebagai komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumut.

Lebih dari separuh hidupnya menggeluti dunia pers, ternyata beliau dilahirkan di kota kecil di pinggir Selat Malaka, Labuhan Bilik, Kabupaten Labuhan Batu, Sumut pada 11 Oktober 1962. Mengikuti pendidikan dasar SD dan SMP di tanah kelahirannya (1968-1977) dan melanjutkan pendidikannya di SGO Negeri Medan (1977-1981) dan FPOK IKIP Negeri Medan (1981-1986). Beliau juga menjabat sebagai jurnalis dan wartawan di harian Waspada Medan (1981-2000), hingga kini masih tercatat sebagai anggota PWI Sumut dan terakhir pada tahun 2012 menerima satya lencana kesetian 15 tahun anggota PWI serta tercatat sebagai penerima sertifikat Wartawan Utama Hasil Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

Terakhir, ditengah kesibukannya beliau masih sempat menyelesaikan program Magister di UPMI Medan tahun 2015.
Selama menjabat di Komisi Informasi Provinsi Sumut Eddy Sormin juga mengikuti berbagai pendidikan yang menunjang kiprahnya sebagai salah seorang anggota majelis sengketa informasi.

Dua diantaranya adalah sebagai penerima sertifikat kompetensi sebagai Mediator terakreditasi Mahkamah Agung RI sejak 26 Januari 2018 dan sertifikat Pendidikan dan Pelatihan Perancanagan Naskah Hukum (Legal Drafting Training) yang dilaksanakan Jimly School of Law and Government di bawah pimpinan Prof.Dr. Jimly Asshiddiqie,SH

Suami dari Dra. Lely Yustina Lubis yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua KIP Sumut memiliki hobi bermain bowling dan billiard dengan memiliki empat anak berturut-turut dr. Frida Adhani Sormin, M.Ked (OG), Sp.OG, dr. Mhd. Ferhat Sormin, dr. Ella Finarsih Sormin dan Hasri Ainun Bestari Sormin, SKM.

Dedy Ardiansyah S.Sos

Ketua Divisi Advokasi, Sosialisasi, dan Edukasi: Dedy Ardiansyah, S.Sos

Keterbukaan informasi bukan hal baru bagi seorang Dedy Ardiansyah. Ini tidak terlepas dari perjalanan karirnya sebagai jurnalis lebih dari 20 tahun. Menggeluti dunia jurnalistik sejak tahun 1999, tentu banyak pengalaman dalam memperjuangkan informasi agar segera sampai kepada masyarakat.

Tidak berlebihan bila profesi jurnalis itu pula menjadikan lelaki kelahiran Rantau Prapat 2 Mei 1977, menjadi pribadi yang berkarakter kuat, bertanggungjawab, jujur dan berintegritas.

Sebagai jurnalis, Bapak dari dua orang anak ini dapat berkomunikasi dengan berbagai pihak, mulai dari masyarakat kecil hingga pejabat tinggi negara. Dalam menjalankan profesi jurnalis tersebut, ia selalu mengedepankan prinsip independensi demi kepentingan masyarakat banyak.

Pengalaman menjadi ketua organisasi kewartawan, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Medan periode 2005-2007, menjadi pintu masuk dalam menegakkan prinsip jurnalis yang independen, profesional serta bertanggungjawab.

Prinsip yang tetap teguh ia lakukan, bahkan ketika menerima amanah sebagai Pemimpin Redaksi berbagai harian cetak maupun level pimpinan di keredaksian media online baik di Kota Medan hingga Kota Pekanbaru, Riau.

Sikap profesional dan prinsip-prinsip kepribadian yang berintegritas ini, dibutuhkan ketika menjadi salah satu anggota Komisi Informasi Provinsi Sumatera Utara. Independensi dan kemandirian sebagai komisioner, apalagi ketika menjadi majelis komisioner, harus selalu dikedepankan dalam membuat keputusan sengketa informasi publik.

Apalagi sesuai amanat UU 14 Tahun 2008, Komisi Infomasi adalah lembaga quasi peradilan, yang bertugas menyelesaikan sengketa informasi publik melalui mediasi dan/atau ajudikasi nonlitigasi dengan mengedepankan asas keadilan bagi semua pihak.

Bagi seorang Dedy Ardiansyah, berprofesi sebagai jurnalis adalah jalan terbaik yang Allah berikan kepadanya. Profesi ini menjadi jembatan untuk memberikan informasi yang dibutuhkan masyarakat.

Profesi yang kemudian mengantarkannya untuk mengabdikan diri kepada negara sebagai komisioner Komisi Informasi Daerah Sumatera Utara (KIPD) sebagai Ketua Divisi Advokasi Sosialisasi dan Edukasi (ASE) periode 2022-2026.

Insya Allah, Amin ya Rabbal Alamin…

Muhammad Safii Sitorus SH

Ketua Divisi Penyelesaian Sengketa Informasi, Syafii Sitorus

Hidup Ini Rahasia Ilahi, inilah yang dilontarkan Safii Sitorus usai dilantik menjadi Komisioner Komisi Informasi Provinsi Sumatera Utara Priode 2022-2026 Kamis 31 Maret 2022 oleh Gubsu Edy Rahmayadi di Aula HT Rizal Nurdin.

“Hidup ini penuh dengan Misteri Rahasia Ilahi, saya tak pernah bermimpi menjadi Komisioner Komisi Informasi, tapi ketika Allah sudah menetapkan maka terjadilah. Jadi banyak-banyaklah bersyukur kepada Allah.”

Muhammad Safii Sitorus atau yang biasa dipanggil dengan Safii Sitorus berasal dari keluarga sederhana. Lahir melalui pasangan Almarhum Abu Sammah Sitorus dan Almarhumah Rohani Manurung pada 24 September 1979 di Desa Tinggi Raja, Kecamatan Tinggi Raja (dulu Kecamatan Buntu Pane), Kabupaten Asahan.

Ia memiliki 10 orang suaudara yakni Sumanto Sitorus, Sutoyo Sitorus, Agusman Sitorus, Nilam Sari Sitorus, Megawati Sitorus, Johan Sitorus, Intan Sitorus, Halomoan Sitorus dan Muhammad Yasin Sitorus.

Pada Mei 2005, Safii Sitorus menikah dengan Lia Anggia Nasution dan dikaruniai seorang putera bernama Ghazy Muhammad Syuja Sitorus yang lahir pada 31 Januari 2006.

Anak Desa Tinggi Raja ini memulai pendidikannya di SD Negeri No 010 111 Desa Tinggi Raja (1986 Tammat 1992) dan melanjutkan ke MTS YAPI Tinggi Raja (1992 Tamat 1995) serta di MAN Kisaran (1995-1998).

Usai menamatkan pendidikan di MAN Kisaran, Safii Sitorus melanjutkan studi di Akademi Maritim Indonesia (AMI) Medan Jurusan Nautika (1998-2002). Ditengah proses pendidikan di AMI Medan beliau juga mengambil Studi Program Diploma II Manajemen Bina Mental Keagamaan (MBMK) di Fakultas Ushuluddin IAIN Sumut (sekarang UIN Sumut) (1999-2001).

Tahun 2015 Safii Sitorus melanjutkan pendidikan Sarjana Hukum di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Graha Kirana dan diwisuda pada Tahun 2019 serta melanjutkan pada Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) yang dilaksanakan oleh IKADIN dan Peradi pada Tahun 2020.

Selanjutnya pada April 2022 Lulus Ujian Profesia Advokat (UPA) yang digelar oleh PERADI.

Tahun 2002 Safii Sitorus memulai karirnya sebagai wartawan di Harian Portibi Dongan Na Pogos yang dimiliki oleh Manahan Lubis dan pada Tahun 2016 beliau keluar dan masuk ke Harian Orbit yang dimiliki oleh Mahsin SH pada Tahun 2017.

Selain itu Safii Sitorus juga aktif di organisasi Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (NU) dimulai dari sebagai Pengurus Komisiariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) AMI Medan, selanjutnya Pengurus Cabang PMII Kota Medan, PW GP Ansor Sumut serta Ketua Pencak Silat Pagar Nusa NU Sumut.

Dr. Cut Alma Nuraflah, M.A.

Ketua Divisi Kelembagaan: Dr. Cut Alma Nuraflah, M.A.

Cut Alma Nuraflah, menghabiskan masa kecil di sebuah desa, di daerah Kandang, Aceh Utara. Setelah reformasi, di tahun 1999 Cut Alma hijrah ke kota Medan dan berkuliah di Universitas Sumatera Utara hingga memperoleh gelar Sarjana dari FISIP-USU. Pasca Tsunami 2004, Cut Alma aktif dalam program rehabilitasi dan rekonstruksi sebagai pekerja sosial di berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat baik dari dalam dan luar Negeri. Cut Alma mulai mengabdikan dirinya di dunia kampus sebagai Dosen setelah menyandang gelar Master of Arts dari UIN-SU di Tahun 2013 dan juga telah menyelesaikan program Doktoralnya di tahun 2019 dari kampus yang sama.

Lebih dari delapan tahun menjalani tridarma Perguruan Tinggi, beliau terpanggil untuk mengabdikan dirinya lebih dalam lagi ketengah-tengah masyarakat Sumatera Utara. Keinginan untuk mengabdi pada Provinsi Sumatera Utara kemudian mendapatkan jalan dengan terpilihnya beliau sebagai Komisioner di Komisi Informasi Provinsi Sumatera Utara di tahun 2021.

Cut Alma dipilih sebagai ketua bidang Kelembagaan di Komisi Informasi Provinsi Sumatera Utara untuk mengawal keterbukaan informasi di Provinsi Sumatera Utara, semoga beliau dapat terus menjaga amanah dan memegang teguh integritas dalam menjalani tugas sebagai komisioner Komisi Informasi Provinsi Sumatera Utara periode 2022-2026.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*